Tugas jurnalistik pertemuan ke 2 daring

Jurnalistik Pai 6a dengan tema sekilas sejarah jurnalistik 


 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat pagi, siang, sore, malam untuk pembaca blog ini, semoga kalian sehat selalu yaa.
Pada hari Ahad, 14 Februari 2021, perkuliahan online dimulai dengan mata kuliah Pendidikan Jurnalistik. Perkuliahan kali ini tidak kondisional, karena kondisi saat berlangsungnya perkuliahan terbilang ramai, ditambah lagi saya ada di kedai kafe jadi tambah brisik, mungkin kedengaran nya kurang jelas. 
Pertemuan kali ini merupakan pertemuan kedua dalam mata kuliah Pendidikan Jurnalistik. Bapak Harry sang dosen mata kuliah ini menjelaskan tentang Sejarah Jurnalistik.
Jurnalistik bermula dari Caesar Romawi Kuno saat pemerintahan Julius Caesar pada tahun 44-100 M. Dengan di temukannya “Acta Diurna” atau bisa disebut papan pengumuman, yang dimana papan pengumuman tersebut digunakan untuk menyampaikan aspirasi rakyat atau informasi yang beredar saat itu.
Tepat pada tahun 991 M, muncul surat kabar cetak pertama di China dengan nama “Tching Pau” yang memiliki arti, kabar dari istana.
Pada tahun 1351, Tching Pau mulai di edarkan oleh Kaisar Quwang Soo.
Kemudian pada tahun 1450, ditemukan sebuah mesin cetak oleh Johan Gott.
Media berkembang pesat di Amerika, karena di setiap desa terdapat surat kabar.
Di Indonesia, pada tahun 1907 terbitlah suatu media oleh bapak pers Indonesia yaitu, Tirto Adi Suryo. Pers digunakan sebagai ladang informasi bagi kaum kapitalis.
Tepatnya pada tanggal 5 Juli, Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit presiden berkenaan ruang gerak kebebasan pers.
Kemudian saat perkuliahan berlangsung, Bapak Harry mengadakan sesi pertanyaan.
• Pertanyaan pertama, apa perbedaan antara catatan jurnalis dan catatan biasa?
Jadi, kalau catatan jurnalis itu mengandung unsur 5W+1H, sedangkan kalau catatan biasa bebas.
• Pertanyaan kedua, jika seorang jurnalis melakukan kesalahan pada saat penulisan, bagaimana hal yang harus dilakukan? Dalam UU no 40 tahun 1999, sudah ada hak tanya dan hak jawab. Nantinya akan ada hubungan dengan Dewan pers.
Itulah beberapa kata yang insyaAllah merangkum semua pembahasan tentang Sejarah Jurnalistik saat perkuliahan tadi mungkin kalau ada yang kurang mohon maaf karena agak pikun sedikit. 😅😅.
 Sekian dan terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar